CAPD – Persyaratan Pelayanan di Rumah Sakit

capd-persyaratan-pelayanan
CAPD – PERSYARATAN PELAKSANAAN PROGRAM PENINGKATAN PELAYANAN

Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD) adalah metode terapi pengganti ginjal yang memanfaatkan rongga peritoneum sebagai membran semipermeabel untuk proses difusi dan osmosis. Dalam praktiknya, cairan dialisis dimasukkan ke dalam rongga peritoneum melalui kateter, dibiarkan beberapa jam, lalu dikuras untuk mengeluarkan produk sisa metabolik serta kelebihan cairan. Oleh karena itu, Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis memungkinkan pasien melakukan pertukaran cairan secara mandiri di rumah atau di fasilitas kesehatan, sehingga menawarkan alternatif terhadap Hemodialisis yang bergantung pada mesin. Selain memberikan fleksibilitas pasien, CAPD juga melengkapi pilihan terapi selain Hemodialisa dan Hemodialisis (Cuci Darah) berbasis unit, sehingga meningkatkan akses pelayanan Cuci Darah di wilayah dengan keterbatasan sumber daya.

Sumber Daya Manusia :

Pelaksanaan CAPD memerlukan tim multidisipliner yang kompeten. Minimal persyaratan SDM meliputi: 

  1. 1 (satu) orang Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Ginjal dan Hipertensi atau 1 (satu) orang Dokter Spesialis Penyakit Dalam terlatih.
  2. 1 (satu) orang Dokter Spesialis Bedah (umum/digestif/urologi).
  3. 1 (satu) orang Dokter Spesialis anastesi.
  4. 1(satu) orang dokter umum.
  5. 1 orang perawat dialisis.
  6. 1 orang perawat OK.
  7. 1 orang asisten umum.

Alat dan Peralatan Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis :

Meskipun CAPD bersifat non-mesin, rumah sakit sebaiknya tetap menyiapkan Alat Hemodialisa atau mesin Hemodialisa sebagai cadangan untuk pasien yang memerlukan Hemodialisis (Cuci Darah) darurat atau kombinasi terapi. Alat yang dibutuhkan meliputi :

  1. Set bedah laparatomi untuk insersi kateter CAPD.
  2. Set kateter tenckhoff.
  3. Transfer set.
  4. Titanium adaptor beserta pull off dilator.
  5. Cairan dialisat dan kelengkapannya (minicap, klem kateter).
Sarana dan Prasarana Layanan Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis 
  • Ruang tunggu
  • Ruangan khusus pelayanan CAPD Tersedianya ruangan khusus pelayanan CAPD yang bersih, representative, mudah dijangkau, penerangan dan ventilasi yang cukup serta tersedianya Wastafel untuk cuci tangan dan sumber air bersih.
  • Kelengkapan ruangan CAPD :
  1. Wastafel
  2. Tempat tidur
  3. Lemari obat emergency
  4. Meja dan kursi
  5. Timbangan BB dan pengukur TB
  6. Tensi Meter
  7. Tiang Infus
  8. Tempat sampah medis dan non medis
  9. Manequin dan poster alat penyuluhan
  10. Buku rekam medis CAPD
  • Ruang Konsultasi CAPD
  • Ruang Edukasi dan training
  • Ruang tindakan (kamar operasi) dan ruang pemulihan
  • Ruang Administrasi, Peralatan yang harus disediakan :
    – Meja dan Kursi
    – Meja besar dan kursi untuk rapat
    – Perangkat komputer dan jaringan internet
    – Lemari filling kabinet
    – Formulir rekam medik
    – Alat kebersihan kantor
Regulasi Klinis, Etika, dan Dokumentasi

Regulasi internal rumah sakit serta kepatuhan terhadap pedoman nasional dan asosiasi nefrologi menjadi persyaratan utama. Rumah sakit harus menyusun SOP CAPD yang memuat kriteria indikasi, kontraindikasi, tata cara pemasangan kateter, teknik pertukaran, pencegahan dan penatalaksanaan peritonitis, serta prosedur rujukan ke layanan Hemodialisa. Selain itu, pengelolaan informed consent yang jelas dan sistem dokumentasi rekam medis, termasuk catatan pertukaran dan hasil kultur, wajib diterapkan. Mekanisme pelaporan adverse events dan audit mutu berkala harus ada untuk menjamin keselamatan pasien dan perbaikan berkelanjutan.

Persyaratan Penambahan Layanan untuk Penjaminan JKN/BPJS

  • Fasyankes melayani hemodialisis.
  • DPJP : SpPD-KGH atau SpPD dengan kompetensi tambahan dialysis dasar.
  • Perawat : Perawat dengan kompetensi dialisis (HD dan CAPD) dengansertifikat kompetensi dari Organisasi profesi IPDI.
  • Memiliki ruangan pelayanan CAPD sesuai pedoman.
  • Adanya PKS pengadaan BMHP dengan salah satu vendor BMHP CAPD.
  1. Menjamin ketersediaan BMHP CAPD secara berkesinambungan.
  2. Mengantarkan BMHP langsung ke rumah pasien tanpa biaya tambahan.
  3. Menunjang proses pembuatan PKS dengan faskes dalam penyediaan BMHP di faskes.
  • BPJS berkomitmen tidak menunda penambahan layanan CAPD tanpa alasan yang jelas.

Langkah Implementasi Praktis CAPD

Pelaksanaan program CAPD sebaiknya dilakukan bertahap. Awalnya lakukan asesmen kebutuhan pasien potensial dan studi kelayakan lokasi; kemudian susun rencana anggaran, skema pengadaan Alat Hemodialisa bila diperlukan, serta modul pelatihan untuk perawat dan edukator pasien. Laksanakan pelatihan teknis praktek aseptik, pemasangan dan perawatan kateter, serta simulasi pertukaran cairan. Selanjutnya jalankan pilot pada kelompok pasien terpilih untuk memantau indikator awal seperti angka peritonitis, kepatuhan pasien, dan kepuasan layanan. Berdasarkan hasil pilot, lakukan penyesuaian SOP, manajemen stok, dan perluasan layanan.

Monitoring, Evaluasi, dan Keberlanjutan Program CAPD

Monitoring meliputi indikator klinis (angka peritonitis, rawat inap), operasional (ketersediaan cairan dialisis, kesiapan Alat Hemodialisa), dan administratif (klaim JKN/BPJS, dokumentasi). Evaluasi triwulanan atau semesteran wajib menghasilkan rencana perbaikan, pembaruan pelatihan, serta renegosiasi harga pasokan dengan vendor. Di samping itu, studi keekonomian berkala membantu menilai efisiensi Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis dibanding Hemodialisa, sehingga keberlanjutan layanan dan kontinuitas Cuci Darah dapat dipertahankan.

Manfaat Integrasi dengan Layanan Hemodialisis

Integrasi Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis dengan layanan Hemodialisis memberikan fleksibilitas klinis dan kontinuitas perawatan. Misalnya, pasien Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis yang memerlukan terapi sementara atau darurat dapat dengan cepat dialihkan ke Hemodialisa tanpa putus layanan. Dari sisi logistik, ketersediaan Alat Hemodialisa dan persediaan cairan mempermudah manajemen kasus kompleks. Dengan demikian, sinergi antara Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis, Hemodialisa, dan Hemodialisis (Cuci Darah) meningkatkan kualitas layanan, efisiensi biaya rumah sakit, serta menjaga keselamatan pasien.


Head Office: PT. Lumintu Aneka Sumber, Kompleks Grama Puri Blok F3 No.5 Jln. H. Bosih Wanasari – Cibitung – BEKASI

Kontak Kami:
HP: (021) 89537809
WA: 089654717551
E-mail: admlumintuanekasumber@gmail.com

Blog: https://edukasihemodialisa.blogspot.com/
Untuk memastikan kesiapan fasilitas Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis dan ketersediaan Alat Hemodialisa maupun mesin Hemodialisis sebagai dukungan layanan Cuci Darah di rumah sakit Anda, segera pesan Mesin Hemodialisis (Cuci Darah) dari PT. Lumintu Aneka Sumber. Hubungi kami sekarang untuk konsultasi teknis, penawaran alat Hemodialisa, paket pelatihan, dan layanan purna jual profesional.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top